Tuesday 24 May 2022

Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Modus Penipuan Online saat Moment Libur Lebaran : Selalu Jaga Kerahasiaan Datamu!

Sudah menjadi hal umum bahwa momen lebaran amat ditunggu oleh mayoritas masyarakat, terlebih di tahun ini adalah momen dimana suka cita hari kemenangan bisa kembali dirayakan dengan meriah, mengingat beberapa tahun belakangan pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membuat momen lebaran terasa amat sepi.

Momen lebaran juga identik dengan hari libur yang resmi ditetapkan oleh pemerintah.  Hari libur ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar bisa memaksimalkan suka cita lebaran dengan keluarga dan saudara tercinta. Seakan belajar dari momen lebaran tahun lalu, meskipun euforia lebaran dirayakan dalam masa pandemi, berbagai alternatif  merayakan suka cita cukup terbantu dengan adanya teknologi, misalnya video call, saling mengirimkan hampers lebaran maupun THR online.

Kecanggihan teknologi yang mempermudah masyarakat seperti contoh diatas tentu menjadi kemudahan tersendiri. Kita bisa dengan mudah bertransaksi secara online. Tentu lebih efisien, bukan? Namun dibalik itu, segala macam dampak negatif bisa saja mengincar, khususnya adalah penipuan online dengan berbagai modus. 


Menurut laporan Kepolisian Republik Indonesia per September 2021 terdapat sekitar 29,8 persen kasus penipuan online yang dilaporkan. Bahkan, terhitung sejak 2016 sampai 2021 terdapat total 7.047 kasus lebih yang berkaitan dengan pengaduan penipuan online. Berarti jika dihitung rata-rata ada 1.409 kasus lebih yang terkait penipuan online ini setiap tahunnya.

Sebenarnya, tanpa anda sadari kita kerap menjumpai modus penipuan online, seperti adanya kiriman pesan teks yang berisikan "tawaran pinjaman online" ataupun pesan singkat seperti "selamat anda mendapatkan hadiah" dan terkadang ada juga yang meminta kode one-time password (OTP) yang mengatasnamakan suatu perusahaan. Lebih lanjut, apabila pesan tersebut dibalas dengan mengirimkan kode OTP, pasti data pribadi dan akun pribadi anda seperti m-banking, dompet digital dapat dengan mudah di akses oleh pelaku penipuan.

Perlu kita ketahui, penipu memiliki strategi komunikasi khusus untuk menjebak calon korbannya. Cara yang digunakan untuk melancarkan aksi jahatnya terkesan rapi dan profesional. Untuk itu, sangatlah penting untuk meningkatkan sikap waspada terhadap segala dampak buruk yang mungkin saja terjadi. #CariTahuBiarAman
Dibawah ini adalah contoh modus penipuan online yang marak terjadi. Apa saja?

1. Penipuan Atas Nama Bank

Modus penipuan online yang marak terjadi biasanya mengatasnamakan bank tertentu, tak terkecuali Bank  BCA. Mereka akan menelepon atau mengirimkan pesan singkat bahwa calon korban mendapatkan sejumlah hadiah. Kemudian calon korban diminta mengirimkan kode OTP yang juga dikirimkan oleh penipu.

2. Penipuan Donasi Online

Donasi juga tak luput dari modus penipuan. Penipu akan berpura-pura terkena musibah atau mengatasnamakan lembaga tertentu bahkan mengatasnamakan orang yang sakit atau terkena musibah. Mereka mengajak calon korbannya untuk berdonasi, padahal jika anda memang berniat untuk berdonasi, uang tersebut akan masuk ke kantong penipu.

3. Penipuan Berkedok Undian

Modus penipuan online berikutnya adalah penawaran promo undian dari link palsu. Link tersebut bisa jadi sangat berbahaya karena berisi malware tertentu. Biasanya korban akan diminta untuk memberikan nomor telepon dompet digital yang aktif, nomor rekening, KTP, nomor kartu ATM atau kode OTP. Ini sebabnya, jangan pernah berikan data-data pribadimu termasuk kode OTP kamu pada siapapun, ya.

4. Penipuan Pinjaman Kilat

Modus penipuan ini sering disebarkan melalui pesan singkat SMS maupun WhatsApp. Nyatanya, banyak masyarakat umum yang tertipu oleh modus seperti ini. Dengan iming-iming pengajuan yang cepat, pencairan dana yang tidak membutuhkan eaktu lama, akhirnya banyak yang menjadi korban penipuan ini. Terlebih, mereka memang sedang membutuhkan uang sehingga tergiur dengan iming-iming pinjaman kilat tersebut. 

5. Penipuan Berkedok Voucher Belanja dari e-commerce

Dalam modus penipuan online ini, penipu mengaku sebagai agen dari e-commerce yang bersangkutan. Ia berdalih memberikan promo fantastis dana meminta calon korbannya untuk mengklik link yang dikirim. Untuk itu, sebisa mungkin jangan pernah tergiur modus seperti ini karena penipu akan mengambilalih semua data dalam perangkat, termasuk akun bank.

6. Penipuan Atas Nama Provider

Modus penipuan ini cukup sering dijumpai. Biasanya penipu akan memberikan tautan ke website palsu dimana korban akan diarahkan untuk mengisi berbagai informasi seputar data pribadi. Jika mendapatkan pesan WhatsApp berisikan link seperti ini dari nomor yang tidak dikenal, sebaiknya abaikan saja.

Dengan berbagai macam modus penipuan diatas, amat penting bagi kita untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai macam penipuan dengan berbagai modus. Maka dari itu, Kenali jenis-jenis modus yg sering terjadi saat mudik & libur Lebaran serta selalu bersikap  awas modus penipuan online dan jaga data pribadimu (Nomor Kartu ATM, Pin, OTP dll)


Sebagai pengguna perangkat digital dan pengguna jejaring internet, kita tidak boleh lalai untuk selalu menjaga data pribadi dan privasi karena besar kemungkinan terjadinya pencurian dan penipuan diakibatkan oleh kelalaian penggunanya sendiri. Untuk itu, berikut adalah tips untuk menghindari modus penipuan online diantaranya :

1. Jangan pernah membagikan kode  OTP kepada orang lain
2. Bersikap selektif apabila mendapat pesan berisi link yang tidak kredibel
3. Jangan pernah sedikitpun membagikan data pribadi, terlebih apabila disertai iming-iming hadiah tertentu
4. Cari kebenaran dan senantiasa update terhadap informasi 

Itulah berbagai  macam modus penipuan online yang kerap terjadi di momen Ramadan dan libur Lebaran. Jangan pernah memberikan data-data pribadimu ke siapapun karena #DatamuRahasiamu dan pastikan untuk selalu waspadaagar anda tetap aman! #CariTahuBiarAman


0 comments:

Post a Comment